Kalah Menang Tetap Cinta Kamu : Garuda Ku

Saya tetap cinta. Meskipun rasa kecewa itu ada. Setelah menonton laga piala AFF semalam, saat Indonesia bertanding melawan Malaysia dengan skor 0-2 untuk Malaysia. Aaaah, ramalan public salah besar. Bayang bayang kemenangan besar di pelupuk mata tiba tiba sirna. Semua menelan pil pahit, para pemain, pelatih dan kru juga seluruh bangsa Indonesia. Sedih, kecewa, marah meskipun tetap cinta bercampur menjadi satu.

But it’s just a game. Dan dalam pertandingan pasti ada yang menang dan kalah meskipun hasil imbang juga bisa dijadikan option, suatu pilihan bagi Indonesia. Khususnya malam tadi. Hanya untuk malam tadi. Hasil imbang 0-0 pun tak mengapa, mengingat Indonesia hanya perlu menahan Malaysia sehingga bisa keluar menjadi juara grup dan kesempatan untuk melenggang di semifinal.

 

Saya pikir, Indonesia akan bertahan. Yah menggunakan pola Defensive daripada Offensive, kenapa? Yaitu tadi karena sebenarnya dengan memperkuat barisan belakang dan disiplin bertahan dengan gigih sehingga menahan imbang Malaysia maka Indonesia akan keluar sebagai Juara grup. Namun, sejak awal pertandingan saya sudah menduga semua akan berakhir seperti tadi malam, dengan kekalahan. Bukan saya sok tahu, tidak. Siapa saya?saya bukan penggila bola, tapi sempat beberapa kali melihat Timnas bermain dilapangan. Kekurangan Timnas meurut saya adalah kedodoran di pertahanan belakang saat ada serangan balik. Dan malam tadi Timnas seolah ngotot ingin mencetak gol namun ketika ada serangan balik langsung buyar dan Goooll buat lawan.

Meskipun begitu saya mencintai TimNas Garuda Indonesia. Mendukung mereka dan berdoa semoga suasana kepengurusan persepakbolaan tanah air semakin sehat sehingga Garuda bisa tumbuh dan berkembang disuasana yang lebih sehat dan kondusif. Dengan begitu, mereka ( TimNas) bisa tampil lebih optimal dua tahun lagi di ajang yang sama dan berhasil menjadi Juara. Aamiin ya rabb.

Leave a Comment.

*