Porto
HAPPY LIKE A BEE
Hidup dengan suka cita memperpanjang usia

Pura Ulun Danu di Danau Beratan

Akhirnya kesampaian juga mengunjungi Pura Ulun Danu yang legendaris itu.

Pasti dong se-Indonesia Raya sudah mengenalnya, itu lho yang tercetak indah di lembaran biru pecahan uang 50.000 rupiah. Saking terkenalnya, beberapa wisatawan berfoto di depan pura tersebut berpose memamerkan lembaran uang lima puluh ribu dengan berbagai gaya, saya pun rencananya begitu, tapi, urung juga dilakukan.

img-1534166075.jpg

Pura Ulun Danu mengapung diatas danau Beratan


Pura Ulun Danu - Danau Beratan lokasinya sangat mudah di temukan, karena letaknya di tepi jalan raya di dataran tinggi bedugul. Hanya saja, karena tidak ada transportasi umum, satu satunya cara untuk sampai kesana hanya dengan kendaraan pribadi/rental, motor atau mobil, but it should be okay karena di bali, sangat banyak informasi tentang rental motor maupun mobil. Selain snack dan kamera, Siapin juga untuk tiket masuknya, harganya Rp 20.000,00 untuk dewasa, tiket masuk anak anak Rp 15.000,00, parkir mobil seharga Rp 5000,00 dan motor Rp Rp 2.500,00.

img-1534166581.jpg

Tiket masuk ke Pura Ulun Danu danau Beratan


Oh ya, sekedar saran juga, sebaiknya kalau berencana berkunjung ke Pura Ulun Danu - Danau Beratan, berangkat dari pagi hari, karena tujuan wisata ini buka pukul 9 pagi dan saat pukul 11 siang, kabut akan mulai turun. Hawa di sekitar Danau cenderung dingin jadi ada baiknya pakai baju hangat atau jaket.

img-1534166455.jpg

Suasana Danau yang dingin dan berkabut

img-1534169468.jpg

Candid :)

Selain menikmati pemandangan danau beratan yang indah, Pura Ulun Danu yang klasik dan bersejarah, wisatawan juga bisa berwisata air, sesekali terlihat speedboat yang melaju kencang membelah birunya air danau, tampak juga beberapa pengunjung yang asyik mengayuh perahu bebek atau angsa ya?

Awalnya susah banget untuk ambil foto dan mejeng tanpa keganggu penampakan wisatawan lainnya hehe, tapi setelah tahu celahnya akhirnya punya juga dokumentasi foto tanpa mereka. Selain wisatawan, penduduk lokal juga banyak yang hadir, tampaknya mereka sedang ada upacara keagamaan, meskipun saya tidak paham, namun saya dan wisatawan lainnya berusaha untuk tidak mengganggu. Dan itu salah satu pengalaman unik saya dapatkan di saat itu, karena memang baru kali ini mengalaminya, melihat secara langsung dari dekat prosesi upacara  penduduk lokal yang mayoritas beragama Hindu. Indah yaa toleransi di Indonesia :)


img-1534169172.jpg

Hasil jepretan seorang wisatawan lokal

yang kami mintai tolong


img-1534169339.jpg

Penduduk Lokal yang sedang istirahat

di sela upacara keagamaan


Siang hari, sekitar masuknya sholat dhuhur, tiba tiba terdengar kumandang adzan, jelas sekali dari corong masjid Al hidayah, tidak jauh dari Lokasi Danau Beratan, sementara itu, rancak irama nusik khas bali sedang beriringan memeriahkan acara yang ( mungkin ) satu rangkain dari upacara keagamaan tadi, wow, menarik sekali, terharu, semuanya berjalan sesuai dengan kebutuhan agama masing masing. Sekali lagi, toleransi yang indah di Indonesia.

Segera saja, meluncur, saya dan suami menuju masjid untuk sholat dhuhur, Lokasi masjidnya juga gampang untuk ditemukan karena letaknya di tepi jalan dan dibangun ditempat yang tinggi, jadi ketika perjalanan menuju ke Danau Beratan dari arah denpasar, Masjid itu jelas terlihat. Bagi yang sudah kelaperan, mudah juga untuk menemukan warung makan yang halal di sekitar Danau Beratan.

Ketika sampai di atas, masyaalloh, pemandangan danau terlihat tidak kalah indah, kabut yang menyelimuti semakin mempercantik danau sehingga muncul kesan misterius.


                                                            img-1534170307.jpg

                                                                                          Masjid Al Hidayah                                                                                              

                                                  

                                                             img-1534170564.jpg

       Gazebo di samping masjid
          dekat tempat wudhu perempuan

             img-1534170678.jpg
            Pemandangan danau Beratan dari atas
dari pelataran Masjid al Hidayah

Rencananya, dari danau Beratan, langsung meluncur ke Kebun raya Bedugul tapi begitu merasakan kepadatan lalu lintas mengular menuju kebun raya, langsung deh balik haluan. Pulang. Apalagi perut sudah lapar. Setelah berkendara turun beberapa saat, barulah memutuskan untuk makan siang di sebuah cafe di pinggir jalan. Sekilas tempatnya kurang menarik tapi ternyata exterior cafenya terbuka dengan deretan gazebo untuk makan pelanggan, terdapat juga area bermain untuk anak anak.

Nama cafe nya Cafe tahu.Kapan kapan cerita banyak tentang cafe tahu ini, insyaa alloh :)

update tentang Cafe Tahu bisa diulik  disini yaa :)




Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar