Porto
HAPPY LIKE A BEE
Hidup dengan suka cita memperpanjang usia

Sebelum kabut turun di Dieng

Dieng membeku.

Begitu berita yang bersliweran di sosmed lengkap dengan video dan foto foto kondisi dieng yang tertutup butiran es. Masyaalloh, ga bisa dibayangkan deh, seandainya saya ngetrip ke dieng pada saat kondisi cuaca yang seperti itu. Alhamdulillah, Liburan lebaran kemarin, cuaca di Dieng sedang bersahabat, meskipun diwanti wanti sama temen saya, sebaiknya kalo ke dieng berangkatnya pagi ( dari Temanggung, saya berangkat jam 7 ) karena setelah jam 11 siang kabut mulai turun. Dan bener saja, dalam perjalanan turun menuju wonosobo kota, kabut mulai turun saat saya dan suami sampai di gardu pandang.

img-1533376889.jpg

Kabut turun perlahan dan pasti menyelimuti desa

img-1533377005.jpg

Syahdu dan dingin

Sungguh lho, menyaksikan kabut turun perlahan menyelimuti tempat kami berada bikin kesan yang tidak gampang dilupakan. Sama berkesannya dengan perjalanan kami menuju dieng lewat jalur jumprit. Jalannya berliku, naik turun dengan tikungan tajam yang menghadang bikin deg degan. Bahkan di beberapa ruas jalan, masih ajrut ajrutan, saran saja, kalo mau ke Dieng melalui jalur jumprit sebaiknya naik mobil ber cc besar ( avanza, xenia ) meskipun begitu, pemandangan alam yang keren di kiri kanan jalan, jadi hiburan tersendiri, ga bikin kapok.

img-1533377718.jpg

img-1533377762.jpg

Pemandangan hijau di gerbang desa tembi wonosobo

Meskipun saya lahir dan besar di Temanggung, tapi kan tidak setiap hari bisa melihat pemandangan gunung seperti ini, up close and personal hehe.

Nah, setelah kurang lebih 3 jam perjalanan, sampailah kami di Telaga Warna, sejujurnya ekspetasi saya terlalu tinggi, jadi ketika sampai disana agak kecewa sih, dan tidak terlalu menikmati suasananya, mostly, karena bau belerang yang sangat menyengat, dan masker yang dipakai tidak memberikan perlindungan yang dibutuhkan. So, setelah cukup menikmati dan selfi sana sini, kami segera cabut dari lokasi.

img-1533378346.jpg

Telaga warna yang berbau belerang

Keluar dari area telaga warna, saya dan suami segera menuju ke kawah sikidang. Oh yaa, dieng itu berupa komplek wisata, jadi begitu masuk kawasan dieng, banyak sekali spot wisata yang tersebar. Lokasinya berbeda beda meskipun tidak berjauhan, ada beberapa plang penunjuk jalan untuk memandu wisata supaya sampai di spot wisata yang diinginkan.

Tiket yang sudah kami bayar didepan sudah termasuk tiket ke beberapa spot wisata  - kecuali untuk masuk kawasan telaga warna. Saat saya dan suami sampai ke kawah sikidang, hari sudah beranjak pukul 10 pagi, meskipun cuaca cerah, tapi hawa dingin pegunungan tetap brasa sehingga dianjurkan untuk memakai jaket dan masker untk menghalau bau belerang yang menyengat.

img-1533380376.jpg

Asap berbau belerang yang keluar dari kawah sikidang

Selain kawah berbau belerang yang selalu mengeluarkan asap ini, wisatawan bisa melakukan berbagai macam aktifitas yang bisa dipilih sesuai selera. Flying fox, foto selfie bersama karakter wayang orang, selfi dengan naik jip, selfie diayunan, dan masih banyak lagi. Bisa juga, menguji ketangkasan bermotor cross.

img-1533380803.jpg

Menunggu ajakan foto bersama

img-1533380953.jpg

Bergaya di atas Jip

img-1533381802.jpg

wefie :)

img-1533381047.jpg

Bersiap pulang :)

Ga nyesel ngetrip ke dieng liburan lebaran lalu, hanya saja pengelolaan wisata Dieng bisa lebih baik lagi. Misalnya, spot spot selfie di kawasan dieng menurut saya bisa lebih diperbaiki dan bisa lebih rapi lagi. Jadi ketika pulang nanti, tidak hanya bawa oleh2 batu belerang yang khasiatnya bagus buat kulit, tapi juga nambah koleksi foto foto kenangan, eehhm.

Bagikan Post


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar